Minggu, 23 Desember 2012

Nomor ayat dalam Qur'an

Sejak kapankah munculnya nomor ayat dalam mushaf Al-Qur’an?

Sepertinya, belum banyak (atau belum ada?) kajian mengenai penomoran ayat dalam mushaf Al-Qur’an. Sejak kapankah munculnya? Pertanyaan ini menarik untuk diajukan, karena dalam mushaf-mushaf manuskrip (tulisan tangan), baik di Nusantara maupun umumnya dunia Islam, hingga pertengahan abad ke-19, semua (?) mushaf Al-Qur’an tidak ada yang memiliki nomor ayat.
Ada beberapa buku dan katalog yang memuat contoh-contoh mushaf di dunia Islam. Di antaranya, The 1400th Anniversary of the Qur’an (Istanbul: Antik AS, 2010), Ninety-Nine Qur’an Manuscripts from Istanbul, M Ugur Derman (Istanbul: Turkpetrol Vakfi, 2010), juga katalog Qur’ans and Bindings from the Chester Beatty Library, David James (London: World of Islam Festival Trust, 1980), serta The Qur’an (London: World of Islam Festival, 1976). Contoh-contoh Qur’an dari Spanyol, Afrika Barat, Afrika Utara, Turki, Persia, hingga India, dari masa awal hingga abad ke-19, yang dimuat dalam buku dan katalog tersebut tidak ada satu pun yang memiliki nomor ayat! Lalu, sejak kapankah mushaf Al-Qur’an ditulis dengan nomor ayat?
Qur'an edisi Abraham Hinckelmann (Hamburg, Jerman, 1694) yang bernomor di awal ayat.

Rabu, 12 Desember 2012

Obituari David James

David James (1941-2012)

David James adalah salah satu peneliti mushaf terkenal yang telah melahirkan beberapa karya penting. Di bawah ini adalah obituari yang ditulis oleh Dr Geoffrey Roper, seorang konsultan bibliografi.

Dr David Lewis James, historian of Islamic art and manuscripts, died on 22 November 2012 at his home in Ronda in Spain, at the age of 71. He leaves a daughter and two sons. A graduate in art from the University of Newcastle, his postgraduate studies at the University of Durham were, apart from Arabic language, entirely in the field of Islamic art, more especially miniature painting and calligraphy. In 1969 he was appointed Islamic curator at the Chester Beatty Library & Gallery of Oriental Art in Dublin, where he soon acquired a solid reputation in the field of Islamic manuscripts and related arts, supported by a number of significant scholarly publications, as well as some more popular articles, during the 1970s and 1980s. He later worked on secondment to the Nour Foundation in London, producing lavish scholarly catalogues of some of the finest MSS in the Khalili Collection. At both these institutions he acquired and demonstrated a particular expertise in the great Qur’an MSS of the Mamluk and Ilkhanid periods, which was enhanced by research in other important libraries and museums.

Selasa, 11 Desember 2012

Qur'an Kecil

Qur'an Kecil, "Qur'an Istanbul"

Banyak orang bertanya-tanya tentang Qur'an kecil, mini, yang umumnya mereka warisi dari keluarganya. Qur'an kecil itu biasanya disebut "Qur'an Istanbul", "Istambul", atau "Stambul". Dua hal yang umumnya menjadi pertanyaan, yaitu apakah itu tulis tangan atau cetakan, dan kapan Qur'an ini dibuat. Untuk pertanyaan pertama, Qur'an kecil seperti itu (hampir) bisa dipastikan adalah cetakan, bukan tulis tangan. Dan karena dahulu umumnya dicetak di Istanbul, maka nama kota itu melekat menjadi sebutan, "Qur'an Istanbul". 
Gambar 1. Qur'an kecil cetakan Istanbul.

Jumat, 07 Desember 2012

Qur'an di Bangkok

Thailand
Koleksi mushaf di tiga masjid di Bangkok, dll.

Qur’an yang berasal dari Thailand (khususnya Pattani, Thailand Selatan) terdapat dalam koleksi beberapa lembaga di Malaysia, di antaranya di Perpustakaan Negara Malaysia, Islamic Arts Museum Malaysia, Museum Seni Asia (Universiti Malaya), dan Kandis Resource Center (Kelantan). Sedangkan informasi dari Thailand sendiri sejauh ini sangat sulit diperoleh. Pada tahun 2009 saya pernah mencapai Kota Bharu, Kelantan, dan berharap bisa masuk ke Patani. Namun, kata beberapa orang di Kelantan, situasi kurang kondusif. Nah, baru-baru ini, melalui media sosial facebook, Sukre Sarem, warga Bangkok, menginformasikan bahwa di tiga masjid di sekitar Bangkok menyimpan paling tidak tiga Qur’an lama, yaitu (1) di Masjid Tonson dan (2) Masjid Banglung (Bangkok), serta (3) Masjid Darossaadah Ban Paklad Prapadang Samutprakran (selatan Bangkok). 
Dilihat dari iluminasinya, ketiga Qur'an di bawah ini mempunyai ciri yang sama dengan sejumlah Qur'an asal Patani koleksi beberapa lembaga di atas. Dapat diperkirakan bahwa ketiga Qur'an ini juga berasal dari Patani. Yang paling menonjol dari ciri itu, dan membedakannya dari ciri iluminasi dari wilayah lainnya di Nusantara, adalah bagian luar halaman yang dibiarkan kosong, bersih. Ini berbeda dengan iluminasi Qur'an dari Terengganu, untuk sekadar contoh, yang memanfaatkan halaman secara penuh, dan hampir tidak ada yang tersisa (lihat http://quran-nusantara.blogspot.com/2012/08/malaysia-museum-negeri-terengganu.html).  
Informasi lainnya, dari orang yang sama, adalah sebuah mushaf yang dikatakan dari kekhalifahan Usmaniyah (Gambar 4), namun tidak disebutkan dalam koleksi siapa. Dikatakan bahwa mushaf yang berada di Bangkok tersebut dibeli dari Mekah. Tetapi, jika melihat ciri iluminasinya, dapat diduga kuat bahwa mushaf tersebut adalah mushaf dari Nusantara, dan tidak tampak ciri-ciri sebagai mushaf dari kekhalifahan Usmaniyah. Iluminasinya dapat dibandingkan dengan sebuah mushaf koleksi Bayt al-Qur'an & Museum Istiqlal (lihat https://www.facebook.com/photo.php?fbid=242741115779575&set=a.242740989112921.69300.216356611751359&type=3&theater). Iluminasi tengah mushaf pada permulaan Surah al-Isra' menunjukkan adanya kemiripan dengan Mushaf La Lino yang berasal dari Kesultanan Bima, Nusa Tenggara Barat. Meskipun demikian, berdasarkan iluminasinya, Mushaf La Lino diduga sesungguhnya berasal dari kesultanan Terengganu, pantai timur Semenanjung Malaya.
 
Gambar 1. Mushaf di Masjid Tonson, Bangkok. [Photos courtesy of Sukre Sarem]

Minggu, 02 Desember 2012

10.000 klik

Ketika Blog 10.000 klik
Sekadar Catatan

Blog ini adalah 'reinkarnasi' dari blog saya sebelum ini <http://mushafnusantara.blogspot.com/> yang tidak bisa di-update lagi, namun hingga kini masih gentayangan di 'alam sana': terlihat tapi tak tersentuh ... Waktu itu password saya dibajak orang, sehingga blog tidak bisa dibuka dan diedit lagi. Setelah vakum dua tahun, 10 bulan lalu timbul kembali keinginan menerbitkan blog, dan saya pilih alamat yang mirip: <http://quran-nusantara.blogspot.com/>. Nah, sejak saya mengunggah artikel pertama kali tanggal 8 Februari 2012, blog gratisan ini telah diklik sebanyak 10.000 kali lebih. Tentu saja itu bukan angka besar, dan hanyalah hitungan berdasarkan angka otomatis di blog ini dengan segala kekurangannya: klik yang benar-benar hanya klik! Sebab, tidak ada beda antara klik yang tidak sengaja dengan klik yang sengaja, dan tidak ada beda antara klik karena “tersesat” dan klik karena memang mencari. Biarlah itu apa adanya. Tapi, angka 10.000, angka dengan lima digit, bolehlah dibuat sekadar catatan, untuk sekadar sebagai peringatan – apa pun maknanya.