Kamis, 22 Agustus 2013

Tulisan dan bahasa

Jangan langsung percaya (1)
Masalah tulisan dan bahasa

Sebaiknya, jangan langsung percaya pada semua informasi yang ada pada suatu naskah. Perlu lebih cermat, apalagi jika Anda, misalnya, sedang meneliti naskah, atau kolektor yang mau membeli naskah. Hal-hal yang terkait tulisan, bahasa, kertas, tinta, warna, dan ilumniasi, akan membatu kita untuk menganalisis keaslian informasi pada suatu naskah. Beberapa contoh gambar di bawah ini sepertinya menarik.
Gambar 1.

Jumat, 16 Agustus 2013

Koleksi Masjid Ba'alwie

Singapura
Qur’an dan ‘njaluk banyu’ di Masjid Ba’alwie

Tiga buah Qur’an di bawah adalah koleksi keluarga habib Ba'alwie, Singapura, seperti yang dimuat dalam buku Aksara: Menjejaki tulisan Melayu – The passage of Malay scripts (Singapore: NLB, 2007) yang diterbitkan dalam rangka pameran itu, berlangsung di Perpustakaan Nasional Singapura, 18 Januari - 30 Juni 2007.
Rupanya ketiga Qur’an di atas berasal dari Indonesia. Sebuah Qur’an dengan kertas dluwang berasal dari Jombang, Jawa Timur, kemungkinan dari lingkungan pesantren. Qur’an lainnya berasal dari Malang, Jawa Timur, dan sebuah Qur’an dengan cap kertas bergambar bulan sabit berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat. Lima tahun lalu, ketika saya berkunjung ke masjid ini pada 2008, menurut pengakuan pihak keluarga, Ba’alwie mengoleksi lima Qur’an kuno. Namun pada waktu itu semuanya sedang dikonservasi, sehingga koleksi itu tidak bisa dilihat langsung.
Qur'an dari Malang, Jawa Timur. (Foto: Repro)