Rabu, 25 Juni 2014

Mustafa Nazif

Penulis “Qur’an Kudus”

Melalui perbadingan tulisan, dapat dipastikan bahwa penulis "Qur'an Kudus" adalah Mustafa Nazif (lihat http://quran-nusantara.blogspot.com/2013/03/v-behaviorurldefaultvmlo.html). Namun, siapa dia? Dalam literatur kaligrafi Turki saya menemukan ada tiga nama "Nazif", yaitu Mustafa Nazif, Haji Nazif Bey (1846-1913), dan Mehmed Nazif . Pertanyaannya, apakah tiga nama Nazif itu sebenarnya satu orang, atau masing-masing berbeda?  Penasaran dengan teka-teki itu, saya bertanya kepada Prof. M. Ugur Derman, sejarawan kaligrafi Turki terpandang saat ini. 
Kolofon di akhir Qur'an yang menyatakan bahwa penulisnya adalah Mustafa Nazif.

Prof. Derman berbaik hati menjawab ‘kegundahan’ saya – melalui email Dr. Irvin Schick. Ia menyatakan bahwa Mustafa Nazif dikenal dengan nama Kadirgali Mustafa Nazif Efendi (Kadirga adalah daerah di Istanbul antara Sultanahmed dan laut Marmara). Adapun Nazif Bey, dikenal juga dengan nama Haji Mehmed Nazif Bey, adalah kaligrafer yang berbeda. Jadi, ada dua Nazif di sini. Memang, keduanya hidup kurang lebih sezaman – ini yang lebih membuat bingung...
“Qur’an Kudus” yang saya maksud adalah Qur’an yang banyak digunakan oleh para hafiz Qur’an, cetakan Menara, Kudus, Jawa Tengah, yang mulai diproduksi pada 1974 (lihat http://quran-nusantara.blogspot.com/2012/05/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html). Qur'an ini tersebar luas di pesantren-pesantren tahfiz di Indonesia sejak pertengahan dasawarsa 1970-an itu.
Annas Zaenal Muttaqin (2010) menyatakan dalam skripsinya, "Setelah melalui penelitian diketahui bahwa mushaf tersebut [cetakan Menara Kudus] mengkopi ulang Mushaf Bahriyyah dari Suriah milik KH Arwani Amin [Pengasuh Pesantren Yanbu'ul Qur'an, Kudus]" (lihat http://digilib.uin-suka.ac.id/4313/). Barangkali Qur'an milik KH Arwani yang digunakan sebagai 'naskah asli' cetakan itu benar berasal dari Suriah, namun tak diragukan, bahwa asal-muasalnya dari Istanbul, Turki. Bagian depan dan belakang Qur'an Kudus sudah mengalami perubahan, penambahan, dan penyesuaian tertentu, namun teks Qur'annya sendiri dapat dipastikan hasil karya kaligrafer Kadirgali Mustafa Nazif Efendi, Istanbul.

 Halaman awal dan tengah mushaf.


Artikel terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar