Rabu, 10 Februari 2016

Qur'an Sumbawa

Menelusuri Qur’an Kuno Sumbawa
Catatan Perjalanan

Untuk menuju Pulau Sumbawa, dari Jakarta, tidak ada penerbangan langsung. Pesawat mendarat di Mataram, dan perjalanan selanjutnya menggunakan angkutan travel, berupa minibus dengan 11 penumpang. Mobil yang saya tumpangi merapat di pelabuhan menuju Sumbawa tepat waktu, beberapa saat sebelum pintu feri ditutup. Langit masih menyisakan biru, sebelum pelan-pelan meredup jadi kemerahan. Para penumpang travel semua turun dari mobil, menyebar entah ke mana. Saya sempat meminta tolong kepada supir bahwa nanti saya dicarikan hotel di dekat “Istana Tua” – suatu istilah yang baru saya tahu tadi ketika mencari tiket travel. Istana Tua adalah sebutan untuk bekas istana Kerajaan Sumbawa.
Dari atas feri menuju Pulau Sumbawa.